Kamis, 05 Mei 2011

Bugatti Veyron, Mobil Termahal di Dunia

BUGATTI Veyron hadir lagi dalam versi lain, versi elegan dan cita rasa seni tinggi. Banderolnya yang mencapai Rp22,2 miliar lebih menjadikannya mobil termahal di dunia.

Secara harfiah, Bugatti berarti "luar biasa cepat." Dan mobil-mobil Bugatti memang tak menyandang nama kosong.


Bahkan, siapa pun paham, Bugatti Veyron termasuk salah satu mobil paling kencang di jagat raya. Kecepatan maksimalnya bisa melewati 400 kilometer per jam.

Menariknya lagi, merek itu juga cepat dalam menyesuaikan diri dengan tren. Varian-varian Bugatti Veyron seolah tak pernah terlambat mengisi show room. Di ajang Geneva Motor Show, yang berlangsung 6 hingga 16 Maret ini, Bugatti hadir dalam sosok "Bugatti Veyron Fbg par Hermès."

Ya, ini memang Bugatti dalam sosok adiluhung. Hermes adalah produsen benda-benda seni berkualitas tinggi. Gabriele Pezzini, desainer Hermes, kemudian menyulap Bugatti Veyron 16.4 menjadi mobil pribadi yang menakjubkan. Hermes membuat Bugatti Veyron yang satu ini dengan velg palang delapan yang dilapisi aluminium. Di bagian muka, tampak simbol Hermes, berupa huruf "H" yang dirancang menyerupai kupu-kupu. Keindahan pekerjaan tangan para empu Hermes juga terlihat dari lekuk grill yang unik yang dibuat dari baja ringan.

Nyaris seluruh material pembentuk bodi mobil ini merupakan bahan yang tidak biasa, bahan yang sangat istimewa, merefleksikan tradisi Bugatti dan House of Hermes. Pegangan pintu, contohnya. Bahan bakunya sama dengan bahan buat pegangan travel bag made in Hermes. Lalu, bagian dashboard dilapisi dengan aluminum yang dikerjakan begitu sempurna. Banyak pula bagian interior yang dibuat dengan kulit pilihan yang dikerjakan secara eksklusif oleh Hermès Workshops.

Mobil tercepat itu juga memiliki perbedaan yang sangat radikal dengan mobil balap kebanyakan. Veyron, walaupun cepat, tapi punya ruang interior yang lega. Makanya, Hermes leluasa mempermaknya sehingga bisa menawarkan sensasi luar biasa bagi pengendara dan juga penumpang mobil tersebut.

Gabriele Pezzini jelas sudah habis-habisan mengekspresikan gagasannya demi kepuasan konsumen. Ia lalu menawarkan "Bugatti Veyron Fbg par Hermès" dalam warna: ebony dan étoupe atau ebony and brick.

Hebatnya lagi, Veyron menjadi mobil termahal di dunia. Banderol "Bugatti Veyron Fbg par Hermès" mencapai 1,55 juta euro atau lebih dari Rp22,2 miliar. Itu artinya, "Bugatti Veyron Hermès" lebih mahal dari pendahulunya, Veyron Pur Sang yang dibanderol senilai 1,4 juta euro. Veyron Hermes rencananya mulai mengisi show room pada akhir 2008.

Di bagian jeroan, Veyron, seperti yang kita tahu, menggunakan mesin 8.0 liter dengan konfigurasi W16, yang diproduksi Volkswagen. Sejak sepuluh tahun silam, VW memang sudah menjadi, pemilik Bugatti. Mesin itu juga didukung oleh empat peranti turbocharger sehingga dapat menghasilkan tenaga setara 1.001 hp pada 6.000 rpm. Dampaknya, Veyron bisa melesat dari posisi diam hingga kecepatan 100 kilometer per jam hanya dalam waktu 2,5 detik.

Kemampuan itu membuat mobil-mobil balap semacam Ferrari Enzo, Porsche Carrera GT, Mercedes-McLaren SLR, atau jago-jago tua seperti Jaguar XJ220 dan McLaren F1 terlihat seperti bebek. Kecepatan maksimal Veyron mencapai 407 kilometer per jam.

Uniknya lagi, beratnya juga terbilang ringan, hanya 4.160 lbs (sekira 1.872 kilogram). Lantas, jangan tanya soal kemampuan pengeremannya. Bugatti punya sistem pengereman sendiri yang bisa menghentikan kekuatan Veyron yang amat brutal ini secara efektif. Cakram pada roda-roda Veyron yang terbuat dari serat karbon, mampu memberikan tekanan sampai 180 bars dan dikombinasikan dengan 8 piston monobloc calipers dan titanium piston dengan kepala baja dan keramik yang tahan panas. Hasilnya, waktu yang diperlukan Veyron untuk berhenti dari kecepatan 100 kilometer per jam, hingga posisinya benar-benar diam, tak sampai 10 detik.
Sumber :http://autos.okezone.com

Sembilan Teknologi Otomotif Terkini

sembilan teknologi otomotif terkini

http://www.auto-car.co.id/content/look/3/12/Sembilan-Teknologi-Otomotif-Terkini


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgg4wfycIT4LVEP5s3IH3l3xUfznx1GusdNGnLc9dUoflM4CXSf_1tBwAAqPzUH16fMkpASMuvU8sxzxGWLjeEfVYFxBTB6PGjde49YUivjtVavgXKbyfg78z1gXWJozoiQ8LH1CGf1EzK_/s1600/2.jpg
Teknologi di industri permobilan mengalami perkembangan pesat. Berbagai inovasi dihadirkan untuk memberikan kenyamanan, keamanan, hingga menciptakan pengendaraan yang lebih berkualitas. Berbicara teknologi, banyak yang dimulai dari mimpi. Misalkan saja dulu tidak pernah terpikir mobil dapat parkir sendiri atau antar-kendaraan bisa 'berkomunikasi' untuk menghindari kecelakaan. Tapi, sekarang semuanya sudah terwujud, bahkan  hingga ke teknologi yang memungkinkan pengereman dilakukan secara otomatis, ketika berhadapan dengan kendaraan lain. Semua teknologi itu tentunya membuat mobil semakin bermanfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan.
M. Lulut

Parkir Pintar (Active Park Assist)
Lexus termasuk perusahaan yang pertama kali mengaplikasikan teknologi parkir pintar ini. Terakhir, Ford Motor Company (FMC) mengenalkan Active Park Assist yang akan diaplikasi pada Lincoln MKS sedan dan MKT crossover. Teknologi ini menggunakan sistem sensor ultrasonic dan electric power assisted steering (EPAS) untuk memposisikan secara otomatis kendaraan, dengan cara mengkalkulasi dan mengoptimalkan sudut lingkar kemudi saat melakukan parkir paralel.

Pengemudi cukup menekan tombol Active Park Assist dan mobil bisa secara cepat, mudah, dan aman memarkir kendaraan tanpa perlu menyentuh lingkar kemudi. Tampilan visual atau audio akan memberitahukan pengendara terhadap jarak dengan mobil lain, obyek, atau orang.

Pengereman Otomatis dan Pre-Crash
Volvo menghadirkan teknologi keselamatan yang disebut Collision Warning with Full Auto Brake (CWAB). Fitur terbaru ini akan mendeteksi posisi kendaraan di depan melalui radar dan sensor kamera, lalu akan memicu sistem pengereman secara otomatis, bila pengemudi tidak menyadari adanya potensi kecelakaan.

Jarak efektif dengan kendaraan lain yang bisa ditangkap radar dan kamera sekitar 150 m. Ketika jaraknya mendekat, sistem ini akan memberi peringatan kepada pengemudi. Bila pengemudi tidak merespon, maka CWAB secara otomatis akan mengerem kendaraan. XC60 juga mengaplikasi City Safety yang dilengkapi sensor laser. Sensor ini mampu memonitor berbagai obyek pada jarak lebih dari 10 meter dan apabila membaca adanya persimpangan dan kemacetan lalu-lintas di dalam kota, pesan sinyal akan disampaikan kepada komputer agar kecepatan XC60 dikurangi. Misalnya, di kecepatan di atas 15 kpj, komputer secara otomatis akan menekan rem 50% apabila terdapat kendaraan yang melaju pelan atau berhenti di depan dan tidak diketahui pengemudi.

Toyota juga memiliki teknologi yang hampir serupa dan dinamakan Front-side Pre-crash Safety System dan Pre-crash Seatback, yang dipakai Toyota Crown. Inovasi Toyota ini mampu memprediksi secara akurat skenario akan terjadinya tabrakan dengan menggunakan gelombang radar yang dipancarkan secara diagonal ke kanan dan ke kiri kendaraan. Hal ini untuk mendeteksi kendaraan yang melaju kencang dari persimpangan jalan.

Pre-Crash system juga mengendalikan banyak hal, seperti pengatur sandaran kursi dan sabuk pengaman penumpang depan dan belakang. Sistem ini juga akan menegakkan sandaran kursi agar airbag bisa memberikan perlindungan maksimal. Pre-Crash Intelligent Head restraint disiapkan untuk mengurangi risiko cidera leher akibat hentakan dari belakang.

Reduksi Emisi NOx
Mazda mencatatkan CX-7 sebagai mobil penumpang pertama di Jepang yang menggunakan Urea Selective Catalytic Reduction (SCR) untuk mesin diesel. Tujuannya jelas, Mazda ingin mengubah persepsi bahwa SUV menjadi penghasil emisi gas buang terbesar. Melalui teknologi baru ini, pembakaran mesin MZR-CD 2.2L turbo diesel yang menghasilkan sisa Nitrous Oxide (NOx) akan dibersihkan melalui penyemprotan urea cair. Penggunaan sistem ini berdampak pada konsumsi bahan bakar yang lebih efisien dan menekan emisi CO2 (dari mesin bensin). Berkat teknologi SCR, CX-7 facelift bisa melenggang dengan sempurna untuk lolos dari regulasi emisi Euro5.

SCR dan urea cair ini disimpan di tempat khusus di belakang dengan tidak mengurangi ruang penumpang belakang. Untunglah mesin diesel CX-7 sudah rendah emisi sehingga tangki penyimpanan urea cair berukuran kecil. Urea cair ini merupakan zat kimia yang tidak berbahaya dan umum digunakan sebagai pelengkap pada pelembab kulit dan krim pelembut tangan.

Pengendali Pasokan Oksigen di Ruang Bakar
Selama ini pengaturan pasokan bahan bakar diatur seiring pijakan pedal akselerator, sehingga kendali pasokan oksigen diatur sesuai bukaan katup pada throttle di ujung saluran masuk atau besar kecilnya celah katup masuk. Gerakan buka-tutup katup ini memiliki durasi yang berlangsung konstan. Namun, gerakan konstan ini terkadang tidak sesuai kebutuhan mesin, karena pada saat tertentu mesin terbebani, yang membuatnya kehilangan daya optimum.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Fiat melakukan riset yang menghasilkan sebuah sistem yang dapat mengubah gerak katup dari konstan menjadi variabel atau sesuai kebutuhan. Fiat mulai memperkenalkan rancangan ini untuk pertama kalinya pada 1960 dan kini telah disempurnakan menjadi teknologi MultiAir. Prinsip kerjanya terkonsentrasi pada pergerakan katup pasokan masuk udara dalam mengatur jumlah udara ke ruang bakar. Dengan mengandalkan pergerakan piston dan camshaft yang akan mengerakan katup saat piston di posisi hisap (siklus 4-tak yang pertama), sebuah solenoid akan mengatur durasi katup masuk tersebut.

Sejauh ini, teknologi pengaturan buka-tutup katup sebenarnya telah banyak dikembangkan oleh manufaktur lain. Sebut saja, 4-valve technonolgy dari Mercedes atau VANOS (Variable Nockenwellen Steuerung) dan Valvetronic milik BMW. Dari ranah manufaktur Jepang, nama VVT-i (Variable Valve Timing) dari Toyota atau VTEC (Variable Valve Timing and Lift Electronic Control) kepunyaan Honda, serta MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control system). Namun, kebanyakan teknologi itu memakai sistem elektronik sebagai kendali rangkaiannya, dengan menggunakan ECU terpisah serta aktuator yang disematkan pada ujung camshaft dan cara ini memiliki tingkat kerumitan cukup tinggi. Hal inilah yang lantas disederhanakan Fiat dengan memanfaatkan oli mesin.

Berkat MultiAir, tenaga puncak mobil diklaim naik sekitar 10%. Tidak hanya itu, torsi pada putaran mesin rendah meningkat hingga 15% karena udara masuk lebih banyak. Kerugian mekanis akibat gesekan antar komponen mesin (pumping loss) juga berkurang hingga 10%, diikuti turunnya output emisi CO2. Dengan cara ini pula, konsumsi BBM terpangkas 25% dibanding mesin lain dengan kapasitas dan jumlah silinder sama, dan menekan emisi gas buang karbon monoksida 40% serta nitrogen oksida 60%. Rencananya, teknologi MultiAir ini diterapkan pada mesin 16-katup 1,4 liter milik Alfa Romeo MiTo di akhir 2009.

Pelacak Pejalan Kaki dan Pengendara Sepeda
BMW Group Research & Technology bekerjasama dengan beberapa institut riset di Jerman mengembangkan teknologi Car-2-X Communication. Teknologi ini diciptakan untuk menghindarkan mobil dari kemungkinan menabrak pejalan kaki atau pengendara sepeda yang berjalan di sela-sela mobil-mobil yang sedang terparkir. Pencegahan terjadinya insiden kecelakaan itu didapat melalui penerimaan data dan teknologi pelacakan, termasuk kerjasama sistem sensor antara kendaraan dan transponder yang hasilnya membuat pejalan kaki bisa teridentifikasi.

Proyek yang dalam bahasa Jerman disebut 'AMULETT' tersebut dibiayai Kementerian Negara Ekonomi, Infrastruktur, Transportasi, dan Teknologi Jerman selama tiga tahun. Dalam mengerjakannya, BMW menggandeng berbagai pihak seperti Continental Safety Engineering International GmbH, Fraunhofer Institute for Integrated Circuits, Institute for High Frequency Engineering at Munich’s Technical University, dan ZENTEC GmbH.

Sistem Car-2-X Communication menggunakan RFID (Radio Frequency Identification) yang di masa depan akan terintegrasi dengan tas sekolah, telepon mobil, atau tongkat berjalan. Secara singkat cara kerjanya, mobil akan mengidentifikasi sinyal elektromagnet yang dipacarkan transponder pada frekuensi 2,4 GHz dan data tersebut diolah melalui tampilan visual, sehingga pengemudi mengetahui posisi pejalan kaki meskipun tidak terlihat.

Layar Terpisah (Splitview)
Mercedes-Benz memahami keinginan antara pengemudi dan penumpang depan yang berbeda dalam menikmati monitor yang terdapat pada kendaraan. Untuk itu, generasi S-class berikutnya akan memiliki fitur yang disebut Splitview Comand Display. Teknologi baru yang dibuat melalui kerjasama dengan Bosch ini menjadikan monitor pada dashboard dapat menampilkan tayangan berbeda, tergantung posisi pengemudi dan penumpang depan.

Misalnya, pengemudi menginginkan peta navigasi, sedangkan penumpang depan secara bersamaan menginginkan memutar film DVD favoritnya untuk menghilangkan kejenuhan saat berkendara, maka layar yang sama akan menampilkan dua tampilan berbeda. Layar bekerja dengan cara menyisipkan sebuah filter yang akan mengatur pixel di dalam LCD untuk menampilkan citra tertentu dari sudut pandang yang berbeda. Dengan demikian, pengemudi akan tetap berkonsentrasi terhadap navigasi agar tidak tersesat di jalan, sementara penumpang dapat menggunakan remote control untuk menikmati fasilitas hiburan dan headphone di telinganya.

Manajemen Lalu-Lintas
Sebuah cara baru untuk mengurangi kemacetan lalu-lintas diperkenalkan Audi melalui sistem barunya yang disebut Travolution. Perangkat lunak yang menghabiskan dana riset sekitar 1,2 juta Euro ini memungkinkan pemilik Audi mendapatkan informasi mengenai lampu lalu-lintas: kapan hijau atau merah. Dari informasi yang didapat itu, kendaraan dapat menghitung jarak dan menjaga kecepatan menjelang lampu lalu-lintas sehingga akan mengurangi kondisi 'start & stop' saat menunggu lampu merah.

Proyek Travolution itu mendapat dukungan dari departemen lalu-lintas kota Ingolstadt, Jerman, karena akan mengurangi durasi berhenti kendaraan, sehingga kemacetan lalu-lintas bisa dikurangi. Sistem kerjanya, modul komunikasi yang dipasang di lampu lalu-lintas akan mengirimkan informasi pada mobil mengenai kapan lampu hijau menyala. Sedangkan sistem komputer di kendaraan akan menghitung berapa kecepatan yang harus dilakukan pengemudi agar pada saat melintas di lampu lintas yang dituju dalam keadaan 'hijau'. Informasi divisualkan melalui menu multimedia interface di dalam kendaraan. Cara ini juga selain mengurangi frekuensi berhenti, dapat menurunkan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang CO2.

Airbag Penumpang Belakang
Pemasangan airbag untuk pengemudi dan penumpang depan sepertinya sudah umum diterapkan manufaktur. Namun, untuk penumpang belakang, sedikit sekali yang mencurahkan perhatiannya. Untuk mengakomodir keselamatan penumpang belakang, Toyota akhirnya menciptakan rear window curtain shield airbag pertama di dunia yang diaplikasi pada mobil kecil iQ.

Airbag ini menggunakan sistem Supplemental Restraint System (SRS) untuk melindungi bagian belakang kepala penumpang baris kedua, sehingga dapat meminimalkan risiko cedera serius saat terjadinya tabrakan dari belakang. Airbag ini akan mengembang dari bagian roof lining di atas jendela belakang dan membentuk tirai pelindung. Lebih jauh lagi, Toyota menambah airbag untuk penumpang belakang yang dipasang di konsol tengah kursi belakang (rear-seat center airbag), untuk mencegah cedera serius benturan sesama penumpang.

Eco-Driving
Teknologi hybrid memang dapat mengurangi konsumsi bahan bakar, tetapi kemampuan itu dapat hilang bila gaya dalam mengemudi bersifat agresif. Untuk mensosialisasikan prinsip eco-driving, Honda melakukan terobosan dengan mengenalkan Ecological Drive Assist System (EDAS). Sistem ini bertujuan membantu pengemudi dalam menerapkan prinsip mengemudi eco-driving.

EDAS diaplikasi oleh mobil hybrid Insight. EDAS memiliki tiga fitur kunci dan yang pertama adalah mode ECON. Setelah menekan tombol ECON di dashboard, secara otomatis mode ini akan mengontrol kinerja mesin, fungsi transmisi (CVT), dan komponen powertrain lainnya agar lebih ekonomis. Di sini efektivitas mesin akan lebih maksimal dengan mengatur fungsi AC, memperpanjang jeda berhentinya mesin saat mobil berhenti, dan memaksimalkan kemampuan pengisian ulang baterai saat pengereman.

Fitur kedua adalah fungsi pembimbingan melalui indikator berwarna pada speedometer. Jika muncul warna hijau sebagai background, berarti Anda telah mengemudi secara efisien. Jika warna latarnya berubah biru, maka gaya mengemudi Anda membuat konsumsi bahan bakar lebih boros. Fitur terakhir adalah fitur penilaian. Setelah Anda berkendara, komputer akan menampilkan sebuah grafik pohon kecil di layar Multi Information Display (MID). Makin ekonomis cara mengemudi, maka makin banyak daun yang tumbuh di pohon tersebut. Terlebih bila mengemudi secara sempurna atau sangat ekonomis, maka tak hanya daun yang muncul tapi juga gambar bunga. Terakhir ketika kunci kontak dimatikan, MID akan memunculkan nilai yang dicapai pengemudi.






Mengatasi Keluhan Honda Jazz dan City Siasati Suspensi dan AC

Mengatasi Keluhan Honda Jazz dan City Siasati Suspensi dan AC

Untuk penyakit umum yang kerap dikeluhkan pemilik duet mobil kecil lansiran Honda itu, berikut kami suguhkan resepnya.

Suspensi
Salah satu kelemahan Honda Jazz dan City, adalah cukup kerasnya bantingan suspensi depan dan terlalu lembutnya bantingan suspensi belakang. Efek dari ketidaksamaan redaman suspensi ini sangat terasa bagi penumpang di kursi belakang. “Sumber dari kerasnya bantingan suspensi yaitu jarak antar ulir per yang yang cukup jauh,” jelas Alex Karnadi dari Ceper Baru, bengkel spesialis suspensi di bilangan Haji Nawi, Jakarta Selatan.

“Cara mengatasinya, pemilik dapat mengganti per depan dengan per yang berulir agak rapat. Pilihannya dapat mengambil dari per aftermarket atau per dari jenis mobil lain,” ujar Alex. “Untuk Jazz dan City lawas, per depan dapat mengambil dari milik Toyota Corolla DX, sedangkan bagian belakang dapat mengadopsi per milik Corolla Great,” tambahnya.

AC
Untuk beberapa kasus, kerap ditemukan kejanggalan saat AC Jazz atau City pertama kali dihidupkan, terlebih saat pagi hari. Sekilas terdengar bunyi seperti keran air mengalir dari lantai kabin depan ke arah kotak konsol. “Bunyi aliran air terjadi karena selang pembuangan air evaporator tersumbat,” tutur Edo, mekanik spesialias pendingin kabin dari Dwi Guna AC di daerah Haji Nawi, Jakarta Selatan. “Posisi selang yang terlalu terlalu dekat dengan fender kiri, lebih riskan tersumbat kotoran,” ujar Edo.

Meski satu platform dengan Jazz dan bahkan menggunakan satu merek kompresor, tapi problem AC pada City berbeda. Kebanyakan, masalah yang sering dihadapi, yaitu AC tidak dingin padahal freon baru diganti. “Masalahnya terletak pada kompresor. Walaupun kompresornya satu merek dan bentuknya serupa, tapi onderdil dalamnya berbeda. Kami sering menemui masalah AC pada City terjadi karena kerusakan pada kompresor, terutama pada bearingnya. Ciri khasnya, ada freon tapi AC tidak dingin,” tambahnya.

Kalau sudah seperti itu masalahnya, tak ada pilihan lagi kecuali melakukan perbaikan kompresor. Walau begitu, Edo memberi langkah pencegahan. “Sering-sering bersihkan filter AC yang berada di dalam kabin yang terletak di dekat laci depan. Penumpukan debu dapat menganggu hisapan kompresor, lambat laun memperberat kerja alat tersebut.”

Konsumsi Bahan Bakar
Stigma hemat bahan bakar sudah melekat pada Jazz atau City, yang menjadikan mobil ini cukup laris di pasaran. Tapi, seberapa hematkah mobil ini meminum bahan bakarnya? “Konsumsi BBM dipengaruhi banyak faktor, seperti cara mengemudi, kondisi lalu-lintas, performa mesin, dan umur mobil itu sendiri. Rata-rata konsumsi BBM Jazz atau City bermesin VTEC dengan usai pakai 3-5 tahun berkisar 8 kpl (untuk dalam kota) dan 10 kpl (untuk pemakaian kombinasi),” tutur Joni Subarkat, Services Advisor dari Honda Fatmawati, Jakarta Selatan.

“Kalau lebih besar dari angka tersebut, biasanya bengkel akan memeriksa kadar CO dan menyetel klep. BBM yang boros akan meningkatkan kadar CO, karena ada bahan bakar yang tidak terbakar sempurna. Sedangkan langkah kedua, lebih kepada pengaturan aliran bahan bakar,” tambahnya.

Pria ramah ini juga memberikan kiat singkat untuk melihat gejala mesin yang mulai boros meminum bahan bakar. “Perhatikan kondisi busi, normalnya (ujung pemantiknya) berwarna coklat atau abu-abu. Kalau warnanya berubah, berarti campuran udara dan bensin tidak seimbang, bisa kegemukan (kebanyakan bensin dari udara) atau terlalu kurus (lebih banyak udara ketimbang bensin),” papar Joni. Artinya, Anda perlu menyambangi bengkel Honda terdekat untuk melakukan penyetelan mesin.Tips berikut saya kutip dari www.auto-car.co.id.

Rekayasa Mesin Rotary Mazda

Rekayasa Mesin Rotary Mazda

Sejarah permobilan mencatat bahwa salah satu penemuan terbaik di sektor pembangkit daya adalah mesin rotary yang dibuat oleh Felix Wankel. Mesin ini terbilang unik, karena pistonnya merangkap sebagai ruang bakar dan memiliki gerak berputar (berotasi), bukan seperti mesin lainnya yang lazim bergerak vertikal ataupun horisontal. Awalnya, mesin rotary dipasang pada pesawat tempur Jerman di era ‘50-an. Baru kemudian, teknologi ini dilirik produsen otomotif, seperti GM, Mercedes-Benz, Rolls-Royce, dan Mazda. Namun, di antara para manufaktur tersebut, di tangan Mazda-lah lompatan terbesar teknologi mesin rotary terjadi. Melalui Mazda Cosmo Concept, di ajang Tokyo Motor Show 1963, mesin ini menyihir publik karena meski berkapasitas kecil, tenaga dan torsinya cukup besar. Tradisi itu berlanjut hingga kini, di mana mesin rotary adalah jantung pacu wajib untuk mobil sport Mazda RX-series.

Seiring rumor akan hadirnya RX-7 anyar dan RX-8 terbaru di 2010, Mazda terlebih dahulu menggulirkan sumber tenaganya. Mesin ini merupakan generasi anyar jantung pacu berkode 16X, yang diklaim lebih bertenaga dan lebih irit, berkat adanya perubahan desain dan penyematan teknologi baru.

Tahun 2009 ini pun selubung misteri RENESIS (akronim darai Rotary Engine GENESIS) terbaru mulai tersingkap. Ubahan pertama dapat dilihat dari disematkannya teknologi khas Mazda, DISI (Direct Injection Spark Ignition). Pada dasarnya, sistem injeksi ini akan mencampur terlebih dahulu udara dan bensin, sebelum disuntikkan ke ruang bakar. Tujuannya, agar torsi tetap terjaga di segala putaran. Walhasil, karena torsi yang dihasilkan konstan, mobil pun akan berakselerasi lebih cepat.

Ubahan berlanjut dengan penggunaan dua busi tiap silinder. Selain itu, jarak antar busi dan jarak busi ke ruang bakar juga diubah. Cara ini dilakukan agar pembakaran stabil. Sebagaimana diketahui, piston pada mesin rotary juga berfungsi sebagai ruang bakar. Kondisi ini mengakibatkan besar kemungkinan terjadi ketidaksempurnaan pembakaran saat putaran tinggi, karena piston bergerak terlalu cepat dan waktu percikan api busi tidak tepat. Lalu, untuk mengeliminasi overlap (bentroknya arus masuk BBM dengan aliran keluar sisa pembakaran), dimensi piston dan cangkangnya diperbesar.

Isyu tentang mesin rotary yang boros oli mesin juga dapat diatasi dengan mengubah dan memperbesar jalur pelumasan. Penggunaan oli lebih efisien karena dapat menjangkau area yang lebih luas ketimbang cara lama, di mana oli mesin berkumpul di satu dua titik pelumasan. Dari perubahan yang ada, bisa dipastikan terjadi kenaikan kapasitas mesin. Diperkirakan, mesin baru ini hadir dalam konfigurasi twin rotor, 800 cc x 2 (sebelumnya 654 cc x 2), dengan bahan bakar lebih hemat 20% dan menghembuskan tenaga hingga 270 hp (dari sebelumnya 260 hp).
Bayu Arya

Mengatasi Laju Mobil Saat Rem Blong

Mengatasi Laju Mobil Saat Rem Blong


KOMPAS.com — Rem termasuk salah satu komponen vital pada mobil. Kurang mendapat perhatian, apalagi sampai salah memperlakukannya, bisa-bisa nyawa taruhannya. Selain itu, sistem penghenti laju ini, ketika dibutuhkan mendadak, harus bisa memperlakukannya dengan benar.

Rem blong umumnya terjadi pada kendaraan besar atau berat. Namun bukan mustahil, gangguan itu menjangkit pada mobil penumpang. Penyebabnya di antaranya selang rem bocor, piston macet, atau kampas habis.

Bila mengalami gejala seperti itu, perlu lakukan langkah-langkah seperti ini
1. Cobalah memompa rem secepat mungkin.

2. Jika gagal, turunkan gigi persneling secara bertahap. Jangan langsung dua atau tiga gigi sekaligus, membuat putaran mesin melebihi batas maksimum dan jebol.

3. Tarik rem tangan dengan halus secara berkala tanpa melepas tombol penahan. Intinya, jangan sampai roda belakang mengunci.

4. Bila harus segera berhenti karena di depan ada kendaraan, serempetkan mobil ke tempat yang aman seperti trotoar, tebing, semak-semak, pagar pembatas atau benda yang bisa menghentikan laju.

Sekiranya kondisi rem masih bagus, pengemudi dituntut melakukan pengereman mendadak. Namun, bila perlakuannya juga salah, hal itu bisa mengundang bahaya. Supaya mobil berikut penumpangnya aman, ikuti langkah di bawah ini.

1. Injak pedal rem secara keras hingga terdengar bunyi decit mengambang.

2. Jika roda mengunci, kurangi injakan pedal rem karena efeknya, mobil tidak bisa dikendalikan.

3. Bisa juga dilakukan metode pulse braking. Yakni, menginjak rem sekeras mungkin berulang-ulang. Dalam satu detik minimal ada 4 kali injakan.

4. Perhatikan spion dan lihat, apakah mobil di belakang—semisal truk atau bus—bisa mengerem sebaik kita. Jika tidak dan sebelum "tercium", cepat pindah jalur.

Mitsubishi iMiEV Sport 4WD : Tenaganya Listrik Murni

Mitsubishi iMiEV Sport 4WD: Tenaganya Listrik Murni




KOMPAS.com — Pada IIMS 2009, Mitsubishi menampilan satu mobil konsep, yaitu iMiEV Sport. Mobil listrik Mitsubishi ini berbeda dengan yang dipajang tahun lalu dan juga yang sudah dipasarkan di Jepang tahun ini.
Seperti juga mobil konsep yang dipamerkan produsen lain, iMiEV Sport sudah diperkenalkan ke publik pertama kali pada Tokyo Motor Show pada Oktober 2007. Versi terakhir mobil sport listrik dari Mitsubishi ini adalah iMiEV Sport Air yang diperkenalkan pada Geneva Auto Show, Maret lalu.
Tiga motor. Karena dirancang sebagai mobil sport dua pintu, kapasitas interiornya 2 + 2. Jok belakang hanya untuk anak kecil. Karena itu pula, bagian berlakang Sport lebih landai dibandingkan versi empat pintu.
Bagi Mitsubishi, iMiEV Sport sebagai bukti bahwa mobil listrik juga bisa dikebut. Menurut perusahaan yang memang sangat jago di bidang kelistrikan ini, iMiEV Sport dapat digenjot sampai 180 km/jam.
Sistem penggerak mobil listrik ini four wheel drive (4WD) atau bisa juga disebut sebagai all-wheel drive. Kendati demikian, hanya dua motor listrik yang langsung dipasang pada roda, yaitu di depan.
Adapun roda belakang sebagai penggerak utama, menggunakan satu motor listrik saja. Di sini, motor lebih dulu menggerakkan as roda belakang. Mitsubishi menyebut sistem iMiEV Sport ini dengan E-4WD atau Electric Power 4-Wheel Drive.
Kerja seluruh roda dikontrol oleh komputer yang disebut S-AWC (Super All Wheel Control). Sistem ini dikombinasikan dengan E-AYC (Electric Active Yaw Control), ABS dan ACS (active stability control). Dengan sistem kontrol tersebut, kemampuan mobil sport mungil ini bermanuver diyakini mantap sekali.
Fitur lain adalah sistem pemulihan atau regeneratif energi alias KERS (pada F1). Jadi, ketika mobil direm atau kecepatannya dikurangi, energi yang kinetik atau gerak mobil dan komponennya diubah menjadi listrik. Selanjutnya, energi disimpan di baterai lithium-ion.
Eksterior. Mitsubshi mengusung konsep layout belakang-tengah, sama seperti iMiEV empat pintu. Baterai ditempatkan di kolong mobil, sedangkan motor listrik, inverter, plus charger berada di bagasi.
Bodi menggunakan struktur ruang rangka yang dibuat dari aluminium. Begitu juga dengan komponen suspensi. Tujuannya membuat mobil lebih ringan. Selain gesit, penggunaan energi juga jadi efisien.
Tambahan lain adalah sel surya di atap untuk mengoperasikan AC atau sebagai tambahan energi buat baterai. Pada sisi kanan dan kiri bumper depan dipasang pula dua baling-baling yang bekerja ketika mobil direm. Adapun kaca, jenis yang bisa inframerah.
Untuk menghemat energi, untuk lampu belakang digunakan LED. Begitu juga lampu sein pada spion luar. Beberapa komponen interior, seperti karpet, door trim, panel belakang jok, dan tutup jok samping dibuat dari plastik ramah lingkungan, yang disebut Mitsubishi “green plastic” dengan bahan dasar tanaman.
Interior sport. Kabin bergaya sport dengan gril AC bulat. Interior dilengkapi dengan filter bio-clear dan deodorize (penghilang bau) serta pembangkit oksigen. Layar monitor untuk berbagai informasi berada di tengah setir yang didominasi warna biru.
Di tengah bawah dasbor, dipasang pula layar informasi status kerja mobil. Yang cukup menarik, untuk memperkuat kesan listrik atau elektronik, kedua pedal permukaan diberi motif printed circuit board seperti pada model alat elektronik.
Mitsubishi tampaknya lebih cenderung mengembangkan mobil listrik ketimbang hibrida, kendati menghadapi kendali dengan infrastruktur. Hal itu terutama ketersediaan ke stop kontak, saat mobil diparkir di mal, atau tempat lainnya.
Kalau di rumah, tak ada masalah. Tinggal, colokkan "stekker mobilo" (di belakang mobil) ke stop kontak. Baterai pun diisi lagi. Bebas polusi dan tak berisik, lagi!
Spesifikasi iMiEV
Dimensi (mm)
Panjang
3.450
Lebar
1.600
Tinggi
1.400
Jarak sumbu roda
2.550
Trek depan & belakang
1.405 & 1.405
Berat
970 kg
Sistem penggerak
Motor listrik 4WD
Kecepatan maks.
180 km/jam
Jarak tempuh
setiap pengisian
(mode 10 – 15) 200 km
Waktu pengisian
200V/ 15A
8,5 jam
100V/ 15A
17 jam
Pengisian cepat
(3-fasa,200V/50kW)
35 menit (80%)
Motor
Tipe
Magnet permanen,
motor sinkronus
Depan: motor pada roda
Belakang: satu motor
Tenaga maks.
Depan: 20 kW x 2,
Belakang: 47 kW
Torsi maks.
Depan: 250 Nm x 2,
Belakang: 180 Nm
Baterai
Tipe
Lithium-ion
Total tegangan
330 V
Setir
Rek & pinion,
power steering listrik
Suspensi
Depan
MacPherson strut
Belakang
De Dion tube
Ukuran ban
175/ 45R17

Mobil Canggih Menggunakan Bahan Bakar Udara

Mobil Canggih Gunakan Bahan Bakar Udara

PARIS - Peran minyak sebagai sumber bahan bakar utama bakal bisa digantikan. Pasalnya, dalam beberapa tahun lagi kita akan dapat merasakan kecanggihan sebuah terobosan baru dari dunia teknologi kendaraan yang bisa berjalan menggunakan tenaga udara.
Kendaraan canggih dengan kapasitas 5 tempat duduk akan segera di pasarkan. Pemasaran dari mobil ini sangat terbatas karena mengingat produksinya juga terbatas.

OneCAT, nama kendaraan tersebut sudah dirancang oleh ilmuan dan investor Prancis Guy Negre. Kendaraan tersebut berbodi kaca fiber dengan beratnya hanya 350 kilogram.

Namun harganya sangat terjangkau yaitu hanya 2.500 Euro atau Rp 33.715.000 (kurs Rp 13.486). Cara kerja bahan bakar udara dimana tekanan udara yang terdapat dalam tangki fiber karbon akan membentuk tenaga yang dapat menggerakan mesin pada mobil.

Untuk perjalanan yang jauh, compresor udara mengendalikan piston supaya dapat menghasilkan dorongan.
Negre mengatakan, karyanya ini dapat menempuh ribuan kilometer perjalanan atau sama seperti yang dilakukan oleh mobil-mobil lain. “Pembeli pertama adalah orang yang pasti mengenal atau pecinta lingkungan. Namun yang terpenting mobil ini akan lebih irit,” ujar investor dari Prancis, Guy Negre.

Negre berjanji untuk beberapa tahun ke depan akan lebih berusaha menciptakan penemuan-penemuan yang lebih hebat lagi. Untuk ciptaanya kali ini Negre bekerjasama dengan pengusaha besar India.

“Ini akan menjadi penghematan di atas pengeluaran yang total. Bayangkan kita akan dapat menyelamatkan seluruh komponen perjalanan dunia dan semua pengendara tranportasi,” tambah Negre.